
Karya sastra, khususnya syair, seringkali menjadi cerminan dari pergulatan batin, pemikiran, dan kondisi sosial-budaya seorang pujangga. Dalam konteks ini, Syair Wasiat Renungan Masa Pengalaman Baru bukan sekadar untaian kata-kata indah, melainkan sebuah dokumen historis, spiritual, dan pedagogis yang merekam jejak perjuangan, visi, dan wasiat Sang Maulana untuk umat. Melalui buku ini, kami berupaya untuk tidak hanya mengapresiasi keindahan sastranya, tetapi juga membongkar dan menganalisis lapisan-lapisan makna yang terkandung di dalamnya, mulai dari nilai-nilai tauhid, etika sosial, pendidikan, kepemimpinan, hingga relasi manusia dengan Tuhannya.